KEHIDUPAN
ANAK JALANAN
Saat
ketika
saya merasa suntuk di rumah sendiri,kemudian saya berinisiatif untuk
keluar
rumah untuk menghilangkan rasa suntuk ini. saat melintasi jalan saya di
berhentikan
sejenak oleh aturan lalulintas yang diisyaratkan dengan sebuah lampu di
yang berwarna merah, ketika berhenti ada tiga orang anak yang kira-kira
masih bermur 6 atau 7tahun. pada saat itu mereka sedang membawa berlembar-lembar Koran dan
mencoba untuk menawarkannya kepada saya untuk mebeli Salah satu Koran dari yang
mereka bawa, namun saya melihat mereka bukan saja hanya sekedar menawarkan
Koran-koran yang mereka bawa tersebut tapi meraka Saling berebut antara satu
dengan yang lain untuk dibeli koran yang di bawanya tersebut. Saat itu saya merasa merasa bingung dan bimbang untuk membeli
kemudian sayapun berfikir untuk membeli
tiga Koran yang masing-masing mereka bawa, dengan begitu stidaknya saya
merasa senang bisa membantu mereka. Meskipun hanya dengan membeli Koran-koran
yang mereka bawa.
Melihat
fenomena yang seperti ini saya merasa sangat perihatin pada mereka sebab anak
seusia seperti ini harusnya sedang giat-giatnya untuk belajar, bukan harus
membanting tulang untuk sesuap nasi. anak yang sehari-harinya hidup di jalanan
tiadaklah semuanya tinggal di jalan tapi ada juga yang mempunyai tempat tinggal
sendiri mereka memilih untuk beraktivitas di jalanan hanyalah sebagai ajang
untuk mencari nafkah semata. Sebab mereka tak mempunyai pilihan lain untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Pengertian
Anak
jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai
kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengankeluarganya.
Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat
dijadikan acuan bagi semua pihak.
Pengelompokan
Ditengah ketiadaan
pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokananak jalanan
berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategorianak
jalanan, yaitu children on the street dan children
of the street. Namun padaperkembangannya ada penambahan kategori, yaitu children in the street atau
sering disebut juga children from families of the street.
Pengertian untuk children
on the street adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di
jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua
kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal
bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari, dan
anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan namun
masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik
berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin.
Children of the
street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya
di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua
atau keluarganya. Children in the street atau children from the
families of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya
di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di
jalanan.
Menurut
departemen sosial, seseorang akan dikatakan anak jalanan bila:
1. Berumur dibawah 18 tahun
2. Berada dijalan lebih
dari 6 jam sehari, 6 hari seminggu
Ada berapa type anak
jalanan?
Anak-anak jalanan mempunyai type:
1. Anak jalanan yang masih
memiliki dan tinggal dengan orang tua.
2. Anak jalanan yang masih
memiliki orang tua tapi tidak tinggal dengan orang tua.
3. Anak jalanan yang sudah
tidak memiliki orang tua tapi tinggal dengan keluarga.
Mengapa
mereka tetap menjadi anak jalanan?
Banyak penampungan, rumah singgah dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang mengurus masalah anak jalanan, tapi anak-anak jalanan makin banyak dan malah berkembang semakin pesat. Yang sudah di sekolahkan malah keluar dari sekolahnya serta kembali menjadi pengamen dan peminta-minta. Menurut teori reinforcement: "sesuatu yang menyenangkan akan selalu diulang, sesuatu yang tidak menyenangkan akan dihindari". Mereka menganggap sekolah adalah sesuatu yang tidak menyenangkan (punishment) dan dengan mengamen / meminta-minta di jalan adalah sesuatu yang menyenangkan (reward) karena akan mendapatkan banyak uang untuk bersenang-senang. Apalagi sekarang ini menjadi anak jalanan adalah sesuatu yang "TOP", mereka diundang dan dapat bersalaman dengan presiden pada hari kemerdekaan / hari anak-anak / hari khusus lainnya, itu adalah sesuatu reinforcement yang hebat.
Mereka
adalah sebagian dari bangsa kita yang sangat kekurangan kasih
sayang,dan mereka terkadang harus bekerja di usia yamg sangat kecil.padahal
seharusnya anak-anak seusia mereka tempatnya bukan dijalan tapi
disekolah, menuntut ilmu dan bermain bersama teman-teman menghabiskan waktu
kecil mereka dengan bahagia.tapi inilah potret dari negeri kita yang katanya
kaya akan budaya,kasih sayang,dan mempunyai sumber daya alam yang Mampumenghidupi
anak cucu bangsa.
SOLUSI
Terdapat beberapa
alternatif“ KESEMPATAN” yang anak
jalanan perlukan Pendampingan. Karena perlakuan keluarga maupun lingkungan
menyebabkan anak
jalanan terkadang merasa bahwa mereka adalah anak yang tersingkirkan dan tidak
dikasihi, olehnya kita dapat memulihkan percaya diri mereka. “Uang” kita dapat
dialihkan dengan waktu yang kita berikan untuk mendampingi mereka. Dengan sikap
“Penerimaan kita” tersebut dapat mengatasi “luka masa lalu” mereka.
jalanan terkadang merasa bahwa mereka adalah anak yang tersingkirkan dan tidak
dikasihi, olehnya kita dapat memulihkan percaya diri mereka. “Uang” kita dapat
dialihkan dengan waktu yang kita berikan untuk mendampingi mereka. Dengan sikap
“Penerimaan kita” tersebut dapat mengatasi “luka masa lalu” mereka.
Bantuan Pendidikan.
Kita dapat membantu mereka dalam pendampingan bimbingan
belajar, memberikan kesempatan mereka untuk sekolah lagi dengan Beasiswa,
Bimbingan Uper (Ujian Persamaan) untuk anak yang telah melewati batas usia sekolah.
“Uang” kita dapat kita konversi menjadi “Beasiswa” (memang pemerintah telah
membebaskan uang SPP untuk sekolah negeri, Namun hal tersebut digantikan dengan
pungutan lainnya bahkan lebih mahal dari pada uang SPP yang telah dihapuskan dengan
mengatas namakan “uang buku”, “uang kegiatan” dan lain-lainnya.
belajar, memberikan kesempatan mereka untuk sekolah lagi dengan Beasiswa,
Bimbingan Uper (Ujian Persamaan) untuk anak yang telah melewati batas usia sekolah.
“Uang” kita dapat kita konversi menjadi “Beasiswa” (memang pemerintah telah
membebaskan uang SPP untuk sekolah negeri, Namun hal tersebut digantikan dengan
pungutan lainnya bahkan lebih mahal dari pada uang SPP yang telah dihapuskan dengan
mengatas namakan “uang buku”, “uang kegiatan” dan lain-lainnya.
Bantuan Kesehatan.
Dengan latar belakang pendidikan yang rendah serta lingkungan
yang tidak sehat mengakibatkan mereka rentan dengan sakit penyakit. Pada kondisi
sekarang mereka bukanlah tidak memiliki uang untuk berobat namun kesadaran akan mahalnya kesehatan sangat rendah dalam lingkungan mereka. Uang kita dapat kita rubah menjadi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan untuk awareness, subsidi obat- obatan serta subsidi perawatan kesehatan,penyediaan Lapangan Pekerjaan dan lain sebagainya sebagi tunjangan ataupun bantuan.
yang tidak sehat mengakibatkan mereka rentan dengan sakit penyakit. Pada kondisi
sekarang mereka bukanlah tidak memiliki uang untuk berobat namun kesadaran akan mahalnya kesehatan sangat rendah dalam lingkungan mereka. Uang kita dapat kita rubah menjadi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan untuk awareness, subsidi obat- obatan serta subsidi perawatan kesehatan,penyediaan Lapangan Pekerjaan dan lain sebagainya sebagi tunjangan ataupun bantuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar